• Home
  • About
  • Contact
  • Sitemap
  • Privacy Policy
  • Page Error

WINGS

  • Home
  • Pendidikan
  • Referensi
  • Gaya Hidup
  • Kategori
    • Blog
    • Template
  • Agama
  • Hubungan
  • Kesehatan
Beranda » Cerpen

Senin, 09 Oktober 2017

Cinta Pertama

Penulis Unknown Diterbitkan Oktober 09, 2017





Malam telah berlalu, pagi telah datang. Cahaya matahari yang menembus jendela kamar, menunjukkan teriknya pagi. Indahnya kota Seoul di pagi hari, dengan udara yang sejuk dan pohon yang rindang.

" Hari ini merupakan hari pertama sekolah di Youngkwon, huh....", kata Haera yang masih berbaring di kasurnya.

Haera harus pindah sekolah karena ayahnya ditugaskan untuk bekerja di kota Seoul. Sebelumnya Haera bersekolah  di Hundong School yang terletak di Busan.

 Waktu sudah menandakan jam 6 pagi, Haera harus siap - siap untuk pergi ke sekolah.

Pukul 6.30, Ia sudah rapi dengan seragamnya.

" Aku sangat takut karena hari ini merupakan hari pertama sekolah ", kata Haera di depan cermin kamarnya. " Jangan takut Haera-ya, semangat !!", ucap Haera menyakinkan dirinya.

Sebelum sekolah, Haera sarapan terlebih dahulu dengan roti dan susu yang telah siapkan oleh ibunya.

" Hari ini merupakan hari pertama kamu sekolah, bersikaplah yang baik dengan teman - temanmu dan ikuti apa yang dikatakan guru", kata ayah.

" Iya ayah ",balas Haera sambil mengunyah rotinya.

Waktu sudah menandakan jam 7, saatnya Haera untuk berangkat ke sekolah. Jarak dari sekolah dan rumahnya tidak begitu jauh. Jadi Haera hanya berjalan kaki untuk pergi ke sekolahnya.

Pukul 7.30, Kelas 10.A SMA

“ Pagi ini kita kedatangan murid baru merupakan pindahan dari sekolah Busan “, ucap guru. Tanpa basa basi, Haera langsung memperkenalkan dirinya.

“ Nama saya Haera dan saya pindahan dari Hundong School “, ucap Haera.

 “ Silakan duduk di kursi yang kosong “, kata guru

 “ Iya, bu “, ucap Haera.

Pelajaran pertama yang ia ikuti dalah pelajaran Matematika yang merupakan pelajaran kesukaannya. Ia dapat mengikuti pelajaran dari awal hingga selesai.

Pukul 10.00, istirahat telah tiba.

Tiba – tiba ada seorang murid datang dengan ekspresi yang sangat girang.  “ Hai anak baru , perkenalkan nama saya yura “ ucap gadis cantik tersebut.

“ Hai juga, nama saya Haera “ ,jawab Haera.

“ Ke kantin bareng yuk “, ucap Yura.

“ Baiklah “,  kata Haera dengan senyuman kecilnya.

Pada saat di kantin, Yura bertanya “ Kamu ambil excul apa ? “, tanya Yura sambil mengambil kentang gorengnya.

 “ Saya ambil ekskul jurnalistik “ , jawab Haera sambil mengunyah makanannya.

 “ Wahh, kita sama dong  yeyyy “ , balas Yura.

“ Oww oke “, jawab Haera.

“ Ruang jurnalistiknya ada di lantai 4 sebelah ruang musik “ ucap Yura.

“ Oke- oke ” kata Haera.

Setelah istirahat, Yura masuk ke kelas dan mengikuti pelajaran selanjutnya .
Jam sudah menandakan pukul 16.00 saatnya Haera untuk pulang ke rumah dan beristirahat.

Keesokan harinya, Haera mendapatkan tugas dari ekskulnya untuk mewawancari salah satu atlet kebanggaan sekolahnya yang bernama Joon. Ia siswa kelas 10 B yang beda kelas dengan Haera karena Haera berada di kelas 10 A.  

Joon merupakan atlet baseball , dengan postur tubuh yang tinggi dan wajahnya yang tampan membuat Joon banyak disukai oleh para cewek – cewek di sekolah.  

Di kelas saat jam pelajaran Ryan Seonsaengnim.

Tiba – tiba Yura datang ke meja Haerah.

“  Haera, pulang sekolah kamu wawancara Joon ya, pertanyaannya sudah disiapkan jadi kamu tinggal tanya – tanya aja atau nggak suruh dia isi aja “, ucap Yura dengan panjang.

“ Okay “ jawab Haera.

“ Yura kenapa cewek – cewek disini suka banget sama dia, kemarin pas gw pulang sekolah gw sempet denger cewek - cewel di kelas sebelah lagi omongin sih Joon.“,  tanya Haera.

 “ Karena wajahnya lha yang ganteng terus dadanya juga bidang banget, tapi sayangnya dia jutek “ ucap Yura.

 “ Jutek ???  Kalau diwawancara, dia nolak gimana  ? “, tanya Haera dengan heran.

“ Sebenarnya sih tim jurnal udah berusaha tuk wawancara dia, cuman dianya gak mau hehehe. Makanya gw suruh elu hehehe “, ujar Yura dengan muka yang sedih.

“ Ya udahlah namanya juga anak baru “, balas Haera.

“ Justru itu karena lu anak baru, siapa tau dia mau diwawancara  “, ucap Yura dengan cuek namun 
penuh harapan juga.

Dengan berjalannya waktu, pukul 16.00 telah tiba. Saatnya Haera wawancara si cowo jutek.  Dengan rasa takut Haera berjalan menuju lapangan base ball. Dari luar lapangan, udah ada suara para cewek yang berteriak, “ Semangat joon “ yang membuat telinga Haera sakit karena suaranya yang sangat cempreng.  Ketika Joon ke pinggir lapangan untuk beristirahat, tanpa berpikir panjang Haera langsung menghampirinya dengan jantung yang sangat berdebar- debar.

“ Permisi, nama saya Haera saya dari kelas 10 A, saya di suruh untuk wawancaran kamu  “ ucap Haera.

 “ Lu dari eksul jurnal ya, gw gak pernah liat lu, lu anak baru ?”, tanya Joon.

 “ Iya “, ucap Haera dengan malu - malu.

 “ Gw gk mw di wawancara karena gak penting “, balas Joon dengan tajam.

 “ Ayolahhh, pertanyaannya cuman dikit, pertanyaanya gw bacain ntar lu tinggal jawab “, ucap Haera.

“ GAK MAU “, ucap Joon dengan pernyataan yang singkat.

“ Ayo lahhh bentar doang “, ucap Haera yang terus memohon.

 Joon yang kesal bangun berdiri berkata, “ Gw udah bilang gak mw, ya gk usah dipaksa “

Lalu dengan tiba- tiba sebuah bola baseball meluncur menuju kepala Haera, dengan spontan Joon yang melihat hal tersebut menangkap bola tersebut. Namun sayangnya, bola tersebut justru membuat tangan Joon terluka dan kesakitan sehingga tangan Joon menjadi leba.

“ Lu nggak kenapa- napa kan ?”, tanya Haera dengan muka panik dan dengan kasar mengecek tangan 

Joon. “Aigoo, tangan lu biru banget”, ucap Haera lagi dengan muka yang bersalah.

“Apaan sih !? Lu harus bayar budi buat tangan gw yang biru ini”, kata Joon menepis tangan Haera dengan kesal.

“Yahh, terus wawancaranya gimana?” , tanya Haera dengan muka yang bingung.

“ Gak bisa lha, lu gak liat kondisi tangan gw, sekarang ikut gw ke UKS “, jawab Joon langsung berjalan dan Haerapun mengikuti Joon.

Di tengah perjalanan, Joon bertemu dengan coach.  

“ Kamu mau kemana ? “, tanya coach .

“ Mau ke UKS coach karena tangan saya terluka “, jawab Joon.

“ Kok bisa kayak gini ?  kamu bentar lagi ikut kejuaraan loh, ini semua gara – gara siapa ? “ tanya 
Coach dengan ekspresi penasaran.

“ Cewek di sebelah saya yang membuat tangan saya seperti ini “, jawab Joon dengan muka santai.

“ Kamu gimana sih, kok bisa kayak gini ? jadinya Joon gak bisa ikut kejuaraan “ ucap Coach dengan kesal.

“ Maaf Coach, tadi Joon menyelamatkan saya dari bola yang meluncur ke arah saya “ , balas Haera dengan rasa bersalah.

“ Kamu harus banyak istirahat Joon biar bisa ikut kejuaraan selanjutnya. Kalau masalah Kejuaraan 
yang akan diadakan dibulan depan, coach akan bicarakan dengan pemain baseball agar bisa gantiin kamu “, jawab coach.

“ Baik Coach dan terima kasih banyak “, ucap Joon.

Pada saat di Uks, Joon langsung ditangani oleh Dr. Seokjin  yang ada di UKS tersebut. Setelah selesai ditangani, Haera langsung  meminta maaf kepada Joon. Untuk membalas kesalahannya, Joon meminta Haera untuk menjadi asisten pribadinya Joon selama 1 bulan dan mau tidak mau Haerah harus mengikuti keinginannya Joon.

Balik pada Haera anak – anak jurnalistikpun kecewa dengan perlakuan Haera yang membuat nama jurnalistik menjadi buruk. Yura juga tidak mau berbicara dengan Haera.

 Selama 1 bulan, setiap hari Haera harus mencatat tugas – tugas Joon, membantu mengerjakan pr, mengajari Joon tentang materi di sekolah,  menemani Joon makan, dan  membawakan tasnya. Tetapi ada sesuatu perasaan yang mengganjal pada Joon setiap kali mereka bertatapan atau bersentuhan.   

Namun, murid- murid tidak menyukai kedekatan mereka. Pada suatu saat, Haera mendengar para murid perempuan bergosip,

“ Kok bisa Joon dekat dengan cewek biasa, ya pintar sih, tapi nggak sebanding banget sama Joon Oppa, ish.. dasar tuh cewek ganggu banget”, ucap Jaemi sambil mengoleskan lipbalm di bibirnya.

“ Iya, lu bener banget, kenapa sih dia jadi penghalang?”.

“ Dasar cewek kampungan! Beruntung dapat beasiswa, tapi masih aja berani macam-macam dengan kita”.

Ada juga yang berkata...
 
“ Lihat aja nanti apa yang bakal gue perbuat sama tuh cewek”

“ Emang lu mau apain dia ?”

“ Tuh cewek malu- maluin nama fans Joon, dan gue akan buat dia lebih malu lagi”

Suatu hari, mereka sedang berjalan kaki  menuju Toko Buku yang dekat dengan sekolahan dan tiba-tiba hujan turun, dengan spontan Joon menutupi Haera dengan jaketnya . Di saat itulah, Joon tidak bisa menyangkal bahwa ia memiliki perasaan suka kepada Haera.  Merekapun  lari menuju toko buku yang sudah hampir sampai. Setelah dari toko buku, Joon mengantar Haera pulang.

Keesokan harinya, pada saat pulang sekolah Joon tidak sengaja melihat Haera didorong oleh para murid perempuan yang sepertinya fans Joon.

“ Hey, kalian ngapain?” tanya Joon.

“ Kami hanya membantu Haera yang terjatuh “, jawab salah satu cewek yang menyukai Joon.

“ Emang gw gak liat kejadiannya, lu semua dorong Haera sampai dia terjatuh. Gila ya lu semua, beraninya nyakitin orang. Kalian semua cuman cantik doang, tapi gak punya hati dan ingat ya kalau kalian berani sakitin Haera lagi, liat aja akibatnya “, balas Joon dengan ekspresi  kesal.
Lalu para perempuan tersebut terdiam,  lalu Joon menarik tangan Haera dan mereka berdua pergi meninggalkan mereka.

Pada saat itu, Joon yang mengantar Haera pulang. Sesampainya di rumah Haera.

“ Kenapa lu marah sama cewek – cewek tadi ? “, tanya Haera dengan penuh penasaran.

“ Ya nggak apa – apa “, balas Joon.

“ Haera “, panggil Joon.

“ Apa ? “ , balas Haera.

“ Sebenernya gw suka sama lu dari awal kita ketemu “, Jawab Joon.

“ Hahaha, jangan bercanda lu, gak mungkin lu suka sama gw karena dunia kita berbeda. Lu orang kaya dan anak populer disekolah ini sedangkan gw anak dari keluarga tidak kaya dan gw gak secantik fans – fans lu di sekolah “, balas Haera.

“ Gw gak mandang itu, gw liat dari hati lu yang tulus dan mau bantu gw selama 1 bulan. Selain itu, lu juga pinter, jarang ada cewek yang  pinter dan rajin di sekolah ini “, ucap Joon.

“ Gw tulus karena gw bantu lu dengan iklas “, balas Haera.

“ Hmm,, Sekarang lu mau gak jadi pacar gw ? “, tanya Joon sambil memegang tangan Haera.

“ Sebenernya, setiap kali gw ketemu lu gw selalu dag dig dug, kalau ke cowo lain sih enggak “, jawab Haera sambil tersenyum .

 “ Berarti mau dong, yesss “, ucap Joon.

“ Ya gitu deh “, jawab Haera dengan seyuman yang manisnya.

Akhirnya mereka berdua berpacaran dan mereka tidak mementingkan omongan para murid di sekolahnya. Walaupun mereka berbeda, itu bukan penghalang bagi Haera dan Joon untuk menjalin sebuah hubungan.



FacebookTwitterGoogle+
Tag : Cerpen,
Unknown

Unknown

  • 18 komentar

    avatar
    Clarissa Vania - 10 November 2017 pukul 23.02

    Bagus sekali ๐Ÿ‘

    Balas delete
    avatar
    ChristopherH - 10 November 2017 pukul 23.02

    Bagus bgt ....

    Balas delete
    avatar
    Bobby - 10 November 2017 pukul 23.15

    Luar biasaaa

    Balas delete
    avatar
    maputa - 10 November 2017 pukul 23.56

    Bagus!! Pertahankan dan terus berkarya yaa...

    Balas delete
    avatar
    Angellie - 10 November 2017 pukul 23.57

    kerennn ๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ‘๐Ÿป

    Balas delete
    avatar
    Unknown - 11 November 2017 pukul 00.34 Admin

    Wow sangat menarik

    Balas delete
    Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
    avatar
    trianaoctanti.blogspot.com - 11 November 2017 pukul 00.43

    wah bagus, mantap!

    Balas delete
    avatar
    Vina Callista - 11 November 2017 pukul 00.50

    Bagussssss ๐Ÿ–’๐Ÿ–’๐Ÿ–’๐Ÿ–’

    Balas delete
    avatar
    Jennifer Christi Thengsheli - 11 November 2017 pukul 03.44

    Baguss

    Balas delete
    avatar
    vellen - 11 November 2017 pukul 03.52

    Sangat menarikk

    Balas delete
    avatar
    Unknown - 11 November 2017 pukul 04.23 Admin

    Rumit banget ceritanya, tapi endingnya bagus

    Balas delete
    avatar
    Michelle Wong - 11 November 2017 pukul 04.26

    menarikk banget

    Balas delete
    avatar
    Merlyn Lim - 11 November 2017 pukul 04.36

    Ceritanya bagus sekali .. beranilah terus berkarya!๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    Balas delete
    avatar
    Unknown - 11 November 2017 pukul 04.42 Admin

    lanjutkan jul, ceritanya bagus banget.. bikin baper๐Ÿ˜‚

    Balas delete
    avatar
    Unknown - 11 November 2017 pukul 05.05 Admin

    Baguusssss๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    Balas delete
    avatar
    Unknown - 11 November 2017 pukul 07.23 Admin

    Ceritanya bagus. Lanjutkan๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    Balas delete
    avatar
    Unknown - 11 November 2017 pukul 17.02 Admin

    pengalaman ya jul? hahahaha jk. bagus kok julia, teruskan bakal menulisnya :)

    Balas delete
    Posting Komentar
    Langganan: Posting Komentar (Atom)

    Label

    • Bahasa Indonesia (1)
    • Cerpen (1)
    • Hari Baru (1)
    • Hari Terindah (1)
    • Idola (1)
    • Proposal (1)
    • Saya (1)
    • Soal (1)
    • Teks Negosiasi 1 (1)
    • Teks Negosiasi 2 (1)
    • Tugas (1)
    • Wisata (1)
    • bwf (1)

    Postingan Populer

    • Cinta Pertama
    • Tentang Ku
    • Teks Eksplanasi
    • Tugas Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • MID BAHASA INDONESIA
    • Contoh Teks Negosiasi dalam kehiudapan sehari - hari
    • Puisi ( Hari baru )
    • BWF
    • Kesan saya setelah menonton film "Garuda di dadaku".

    Arsip Blog

    • ►  2018 (6)
      • ►  Februari (2)
      • ►  Januari (4)
    • ▼  2017 (18)
      • ►  November (2)
      • ▼  Oktober (3)
        • Bulan Bahasa
        • Cara Membuat Minuman Allure
        • Cinta Pertama
      • ►  September (3)
      • ►  Agustus (3)
      • ►  Juli (4)
      • ►  Februari (3)

    Tentang Ku

    Hallo guys.. Perkenalkan,  nama saya Julia Angelina yang lahir di Jakarta, 16 Juli 2001. Saya merupakan anak pertama dari dua bersaudara. ...

    Label

    • Bahasa Indonesia (1)
    • Cerpen (1)
    • Hari Baru (1)
    • Hari Terindah (1)
    • Idola (1)
    • Proposal (1)
    • Saya (1)
    • Soal (1)
    • Teks Negosiasi 1 (1)
    • Teks Negosiasi 2 (1)
    • Tugas (1)
    • Wisata (1)
    • bwf (1)

    WINGS

    Memuat...
    Copyright © 2016 WINGS - All Rights Reserved
    Template By Kunci Dunia